Dear Diary...
setiap hari aku harus menghadapi hari ku yang sunyi dan sepi hanya berdua dengan anaku. Anak lelakiku tersayang. Buah cinta kasih aku dan suamiku. Yang dulu nya aku tahu sebelum aku dan dia resmi menikah begitu baik,lembut, tulus, penuh kasih sayang, dan cinta mati sama aku. Tapi ketika menikah dia telah berubah menjadi pria yang menyebalkan. Kerjaanya hanya mengeluh dan mengeluh setiap hari. Pulang dari kerja ia hanya mengocehhh saja ttg pekerjaannya. Aku yang seharian hanya dirumah dengan anaku, yang sudah cukup stress memikirkan bagaimana cara anaku ini makan, tambah menjadi stress ketika mendengar keluhannya. Setiap dia mengeluh aku selalu terdiam dalam kepenatanku. Menjalani hari demi hari dengan rutinitas yang itu itu saja. Bisa dibilang sekarang hidupku, terutama kehidupan ekonomiku lebih baik dibandingkan dulu sebelum menikah.
Semasa SD sampai dibangku kuliah aku termasuk cewek paling populer di sekolah. Karena parasku yang cantik. Namun tidak diimbangi dengan sikapku yang agak kaku,pemalu, dan introvert. Aku benci kalo mamaku selalu bilang ke orang-orang "ayooo temenan ya dengan anakuu...Meinda ini baik loo anaknya.." mamaku selalu melotot ke arahku, yang menandakan aku harus main dan menyapa teman SD ku yang baru saja kukenal ketika mama menghampiri seorang gadis kecil berkepang dan berwajaha masam itu. Seperti biasa wajahku selalu tanpa senyum. Aku benci kalau mamaku selalu memilihkan baju untuku.
setiap hari aku harus menghadapi hari ku yang sunyi dan sepi hanya berdua dengan anaku. Anak lelakiku tersayang. Buah cinta kasih aku dan suamiku. Yang dulu nya aku tahu sebelum aku dan dia resmi menikah begitu baik,lembut, tulus, penuh kasih sayang, dan cinta mati sama aku. Tapi ketika menikah dia telah berubah menjadi pria yang menyebalkan. Kerjaanya hanya mengeluh dan mengeluh setiap hari. Pulang dari kerja ia hanya mengocehhh saja ttg pekerjaannya. Aku yang seharian hanya dirumah dengan anaku, yang sudah cukup stress memikirkan bagaimana cara anaku ini makan, tambah menjadi stress ketika mendengar keluhannya. Setiap dia mengeluh aku selalu terdiam dalam kepenatanku. Menjalani hari demi hari dengan rutinitas yang itu itu saja. Bisa dibilang sekarang hidupku, terutama kehidupan ekonomiku lebih baik dibandingkan dulu sebelum menikah.
Semasa SD sampai dibangku kuliah aku termasuk cewek paling populer di sekolah. Karena parasku yang cantik. Namun tidak diimbangi dengan sikapku yang agak kaku,pemalu, dan introvert. Aku benci kalo mamaku selalu bilang ke orang-orang "ayooo temenan ya dengan anakuu...Meinda ini baik loo anaknya.." mamaku selalu melotot ke arahku, yang menandakan aku harus main dan menyapa teman SD ku yang baru saja kukenal ketika mama menghampiri seorang gadis kecil berkepang dan berwajaha masam itu. Seperti biasa wajahku selalu tanpa senyum. Aku benci kalau mamaku selalu memilihkan baju untuku.

